Flora

Anggrek di Gunung Palung

Ditinjau dari kekayaan jenis maka kawasan TNGP mempunyai indeks kekayaan jenis flora yang sangat tinggi. Sejauh ini diketahui paling sedikit ditemukan 3.500-4.000 jenis tumbuhan berkayu, termasuk didalamnya 70 jenis family Dipterocarpaceae.

Beberapa spesies flora kunci yang ditemukan di Gunung Palung adalah famili Dipterocarpaceae, Gaharu (Aquilaria malaccensis), Ulin (Eusideroxylon zwageri) dan Ramin (Gonystylus bancanus). Semua genus Dipterocarpaceae yang terdiri atas tujuh (7) genus ditemukan dikawasan gunung palung. Genus Dipterocarpus dan Shorea merupakan genus yang mendominasi. Sementara Genus Dryobalanops sp hanya ditemukan diwilayah timur Taman Nasional.

Wilayah Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP) merupakan perwakilan ekosistem di TNGP. Dengan areal ± 1500 ha, tidak kurang 19017 pohon, liana dan Ficus yang diteliti sepanjang tahun. Sebanyak 61 famili tumbuhan ditemukan di SRCP. Selain dipterocarpaceae, Gaharu (Aquilaria malaccensis) merupakan salah satu spesies tumbuhan penting yang ditemukan di Gunung Palung. Namun, spesies ini memiliki kerapatan yang rendah. Berkisar antara 0.16 ± 0.07/ha di hutan alluvial dan pegunungan rendah sampai dengan 0.32 ± 0.1/ha di ekosistem hutan dataran rendah berpasir dan hutan granit dataran rendah.

Jenis-jenis anggrek ditemukan di daerah Sungai Kubang dan Sungai Batu Barat sebanyak 13 Genus anggrek. Dendrobium sp merupakan genus yang paling banyak ditemukan di wilayah Sungai Batu Barat dan Sungai Kubang. Sementara di wilayah pegunungan, Anggrek hutan berbagai jenis tersebar mulai dari ketinggian 150 mdpl sampai 1.050 mdpl. Jenis anggrek raksasa (Gramatophyllum speciosum) dapat dijumpai di sepanjang aliran sungai pada ketinggian 100 – 300 mdpl.