Batu Barat/ foto by Endro Setiawan

Secara administratif Desa Batu Barat terletak di wilayah, Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sedangkan secara wilayah pengelolaan taman nasional, wilayah ini termasuk dalam pengelolaan Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Teluk Melano.

Wilayah desa ini dipisahkan dengan Taman Nasional oleh sungai besar yang mengalir dari Matan hingga Teluk Melano. Akses menuju Desa Batu Barat dapat ditempuh melalui kota kecil Teluk Melano di Kecamatan Simpang Hilir sekitar 20 km dari Kota Sukadana, Ibukota Kabupaten Kayong Utara. Kota ini merupakan kota perdagangan dan bongkar muat kapal barang dari dan ke pedalaman Kabupaten Kayong Utara.

Speedboat dari Pontianak, Ibukota propinsi juga bisa mencapai kota ini dengan waktu tempuh 4 jam dan berangkat 2 kali dalam sehari.

Dari Kota Teluk Melano dapat langsung menuju Desa Batu Barat dengan menggunakan jalur darat atau jalur air. Jalur darat dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dengan menggunakan sepeda motor (ojek). Jalur sungai dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dengan menggunakan speedboat dari Dermaga Speed Teluk Melano menuju Desa Batu Barat.


FLORA

Flora di Batu Barat

Tipe vegetasi di sepanjang sungai matan merupakan vegetasi reofit, dimana vegetasi ini sering sekali terendam air. Jenis-jenis pohon yang dijumpai
di antaranya Bintaro (Cerbera manghas), Dungun (Heritiera littoralis), Putat (Barringtonia acutangula), Rengas (Glutha rengas), dan Samak (Eugenia lepidocarpa).

Dungun merupakan pohon tidur dan bermain untuk Bekantan (Nasalis larvatus) dan beberapa primata lain seperti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan lutung (Presbytis femoralis).

Putat (Barringtonia acutangula) merupakan makanan dari Bekantan. Kondisi vegetasi Sungai Kubang juga tidak jauh berbeda dengan Sungai Matan. Apabila kita menyusuri Sungai Kubang dapat ditemui berbagai jenis anggrek, seperti : Anggrek hitam (Coleogyne pandurata), Anggrek bulan loreng (Phalaenopsis cornucervi), Bulbophylum sp., Flickingeria sp, Cleisistomata saggitium, Dendrobium oloifolium dan dan lainnya.

Bukit kubang sendiri merupakan hutan perbukitan diantara rawa gambut. beberapa tumbuhan yang dijumpai diantaranya Ramin (Gonistylus bancanus) di kaki bukit, Kayu ara (Ficus sp.), Kumpang (Knema cinerea) dan yang paling umum dijumpai di hutan ini adalah jenis-jenis ubah (Syzygium sp.)

FAUNA

Nasalis Larvatus/ bekantan

Daya tarik utama bagi wisatawan pada site ini adalah satwa endemik Kalimantan yaitu Orangutan (Pongo pygmaeus wurmbii) dan Bekantan (Nasalis larvatus) yang berada di sepanjang tepi Sungai Kubang, Bukit Kubang, dan Sungai Semandang.

Satwa ini terdapat dalam IUCN Red Book of Endangered Species sebagai satwa dengan populasi tertekan. Selain Bekantan (Nasalis larvatus) primata yang masih memungkinkan untuk ditemukan berdasarkan hasil pengamatan dan informasi dari masyarakat antara lain: Lutung kelabu (Presbytis femoralis), Kera ekor panjang (Macaca fascicularis), Beruk (Macaca nemestrina).

Jenis-jenis burung yang ditemukan ataupun berdasarkan informasi masyarakat antara lain : Srindit melayu (Loriculus galgulus), Srigunting batu (Dicrurus paradiceus), Enggang (Buceros rhinoceros), dan Murai Batu (Cophsychus malabanicus)

Pesona Wisata di Kawasan ini :

Sungai Matan

Sungai Matan bermuara di Laut di Teluk melano. Sungai Matan memiliki lebar lebih 60-100 m, air sungai berwarna cokelat karena endapan lumpur dan kadang berwarna merah tua seperti air teh karena limpasan tanah gambut di bagian hulunya.

Selanjutnya ..

Bukit Kubang

Jalur menuju Bukit Kubang adalah melalui Sungai Kubang yang bermuara di Sungai Matan. Sungai ini memiliki lebar kurang lebih 5-8 m dan semakin menyempit di bagian hulunya. Sungai ini masih terpengaruh pasang surut air laut.

Selanjutnya ..

Wisata Budaya

Obyek wisata situs budaya peninggalan Kerajaan Matan berupa makam keramat ini terletak berbatasan dengan kawasan TNGP disebelah utara yang termasuk dalam wilayah Sub DAS Matan dengan titik koordinat S 010 03’ 258” E 1100 06’ 396”.

Selanjutnya ..