Gunung Sedahan / foto by Dicko Rosanda

Lubuk Baji secara administratif terletak di wilayah Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Secara geografis terletak pada koordinat 01013’04,9’’LS dan
110000’37,2’’ BT. Sedangkan secara wilayah pengelolaan taman nasional, wilayah ini termasuk dalam pengelolaan Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Sukadana. Lubuk Baji adalah nama sebuah air terjun yang berada di lokasi wisata. Lubuk Baji merupakan kawasan perbukitan dengan sungai berbatu yang mengalir dari puncak. Airnya
yang jernih dan pepohonan yang masih asri menjadikan daya tarik Lubuk Baji sebagai obyek wisata pegunungan. Jalur pendakian sederhana menuju air terjun Lubuk Baji sudah tersedia. Selama perjalanan wisatawan akan menikmati pemandangan alam seperti air terjun, tumbuh-tumbuhan yang menarik serta hutan yang sangat asri.

Lubuk Baji berada di wilayah administrasi Kabupaten Kayong Utara. Kabupaten Kayong Utara dapat dicapai dari Jakarta dengan menggunakan pesawat dengan jalur : Jakarta – Pontianak – Ketapang. Perjalanan dari Kabupaten Ketapang dapat dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan darat roda 2 atau roda 4 menuju Kabupaten Kayong Utara. Alternatif lain menuju Kabupaten Kayong Utara dengan menggunakan speedboat langsung dari Pontianak menuju Kota Sukadana. Setelah mencapai Kota Sukadana sebagai Ibukota Kabupaten Kayong Utara perjalanan menuju Lubuk Baji dapat ditempuh dengan 2 (dua) alternatif jalur yaitu :

Jalur pendek : Desa Sedahan – Dusun Segua – Air Terjun Lubuk Baji
Jalur panjang : Desa Pangkalan Buton (Simpang empat Sukadana) – Dusun Air Pauh – Air Terjun Lubuk Baji.

Untuk mencapai desa pemberangkatan terakhir dari Kota Sukadana dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda 2 atau 4 dengan waktu tempuh + 30 menit. Setelah itu, untuk menuju Air Terjun Lubuk Baji dilakukan dengan berjalan kaki + 2 jam untuk jalur pendek dan + 4 jam untuk jalur panjang.

FLORA

Flora di Lubuk Baji

Kondisi beberapa tipe vegetasi sepanjang jalur masih alami, Berbagai tingkatan pertumbuhan pohon mulai dari anakan, tiang, pancang dan pohon masih dengan mudah dijumpai selama dalam perjalanan menyusuri jalur Lubuk Baji.

Salah satu yang paling mendapat unik adalah pohon Benuang (Octomeles sumatrana). Jenis ini merupakan gantungan hidup masyarakat sekitar, karena merupakan pohon yang menjadi sarang lebah penghasil madu.

Di batangnya masih tersisa bekas-bekas masyarakat memanjat pohon untuk mengambil madu, ini merupakan atraksi yang sangat menarik bagi wisatawan.

Beberapa jenis flora yang dapat ditemui diantaranya adalah: jenis Benuang (Octomeles sumatrana), Matoa (Pometia pinata), belian/ ulin (Eusideroxylon zwageri), Bunga bangkai (Amorpophallus bornensis), Keladi raksasa (Alocasia robusta) dan sepanjang jalan kita juga bisa menikmati keindahan bunga anggrek tanah (Calanthe zolingeri).

FAUNA

Fauna di Lubuk Baji

Lubuk Baji merupakan salah satu lokasi dimana satwa mudah dijumpai.

Posisinya yang dikelilingi pemukiman membuat satwa berkumpul dil lokasi ini. Jenis-jenis satwa yang dapat dijumpai diantaranya : Orangutan (Pongo pygmaeus wurmbii), Kelempiau (Hylobates albibarbis), Kelasi (Presbytis rubicunda), Enggang (Buceros rhinoceros), dan Beruang madu (Helarctos malayanus).

Jika malam menjelang bisa dilakukan herpetofauna diantaranya Hylaana calconota, Staurois natator,Gonochephalus grandis, Draco maximus dan lainnya.

Potensi Wisata di Kawasan ini

Air Terjun

Salah satu daya tarik di Lubuk Baji adalah dengan adanya beberapa air terjun. Air terjun yang dapat dilihat diantaranya air terjun Batu Pahat, air terjun Lubuk Bengkik dan air terjun Lubuk Baji.

Selanjutnya ..

Batu Bulan

Tebing ini memiliki ketinggian sekitar 200 meter dengan kecuraman hampir 90 derajat. Dari atas tebing, kita dapat melihat sebuah panorama pegunungan yang sangat jarang dapat dinikmati di daerah Kalimantan.

Selanjutnya ..