Riam Kurung Pelanduk

 

Air Terjun Riam Berasap berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Palung tepatnya di hulu sungai Siduk, Desa Riam Berasap Jaya Kabupaten Kayong Utara. Berada pada koordinat 49 M E 412858 N 9857416.

Kondisi geografis daerah ini berupa perbukitan sampai dengan pegunungan dengan badan sungai yang berbatu. Berawal dari Kota Sukadana perjalanan menuju km 12 Desa Riam Berasap dapat ditempuh dengan menggunakan
kendaraan roda 2 atau 4. Perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan sepeda motor dengan akses masuk di Km 20 eks Jalan Marsela (bekas HPH) sampai ke Sungai Beringin.

Untuk sampai ke lokasi Air Terjun Riam Berasap perjalanan dilanjutkan dengan perjalanan kaki + 4 jam. Sepanjang perjalanan ini banyak kita jumpai riam-riam, salah satunya Riam Bekinjil yang tidak kalah pentingnya dengan Riam Berasap. Riam Bekinjil ini terletak sebelum Riam Berasap.

Riam lain di sepanjang aliran Sungai Siduk adalah Riam Ambar dan Riam Kurung Pelanduk. Pemandangan di sekitar riam ini cukup menarik, dengan suara aliran sungai yang terdengar dari kejauhan. Bebatuan alami di aliran sungai
mempercantik pemandangan di sekitar Riam Kurung Pelanduk. Jalan mulai mendaki setelah melewati Riam Ambar. Kanan kiri jalan merupakan hutan alami yang didominasi jenis-jenis Dipterocarpaceae.

Di perjalanan ini jika beruntung, bisa berjumpa dengan orangutan (Pongo pygmaeus wurmbii), Kelasi (Presbytis rubicunda), Kelempiau (Hylobates albibarbis) dan Kijang (Muntiancus muntjak).

FLORA

Flora di Riam Berasap / foto by Endro Setiawan

Berbagai jenis flora tumbuh alami tanpa gangguan di kawasan ini. Lebih banyak
didominasi oleh famili Dipterocarpaceae seperti Meranti (Shorea quadrinervis), Bangkirai (Shorea leavis) dan Keruing (Dipterocarpus sublamelatus). Yang menarik disekitar riam berasap juga dapat dijumpai pohon agatis (Agathis bornensis).

Berbagai tingkatan pertumbuhan pohon mulai dari anakan, tiang, pancang dan
pohon masih dengan mudah dijumpai ditandai dengan masih lengkapnya strara tajuk, selama dalam perjalanan menuju air terjun Riam Berasap. Demikian juga berbagai jenis lumut dan anggrek menempel di bebatuan dan pepohonan yang lembab. Anggrek yang sering dijumpai disini yaitu Bulbophyllum acuminatum, dan Spathoglotis aurea yang dapat dilihat disamping air terjun.

Di sekitar air terjun juga dapat dijumpai tumbuhan kantong semar jenis Nepenthes hirsuta, dan Nepenthes reindwardtiana.

Pengunjung juga dapat menikmati keindahan berbagai macam jenis jamur
dengan bentuk dan warna yang unik. Berbagai tingkatan pertumbuhan pohon mulai dari anakan, tiang, pancang dan pohon masih dengan mudah dijumpai ditandai dengan masih lengkapnya strara tajuk, selama dalam perjalanan menuju air terjun Riam Berasap.

FAUNA

Fauna di Riam Berasap/ foto by Endro Setiawan

Berbagai jenis fauna dapat menjadi daya tarik wisatawan di site ini, diantaranya Orangutan (Pongo pygmaeus), Kelasi (Presbytis rubicunda), Kancil (Tragulus javanicus), Beruang (Helarctos malayanus), Enggang (Bucheros rhinoceros). Babi hutan berjenggot (Sus barbatus), dan kijang (Muntiancus muntjak).

Pada malam hari sering juga datang ke tenda salah satu jenis mamalia yaitu Tenggalung (Vivera tangalunga) yang suka mencuri makanan terutama ikan asin.

Pengunjung juga dapat melihat beberapa kupu-kupu dan serangga yang unik lainnya. Pada malam hari disekitaran sungai dapat dijumpai jenis katak seperti jenis Hylarana sp. Apabila pengunjung jeli memperhatikan serasah ketika berjalan dihutan, biasanya dijumpai katak jenis Megoprhys nasuta.

Potensi Wisata di Kawasan ini

Air Terjun Riam Berasap

Air terjun Riam Berasap merupakan daya tarik utama wisatawan pada site ini. Air terjun ini berasal dari aliran Sungai Siduk. Tinggi air terjun mencapai 10 m dengan lebar 5m.

Selanjutnya ..

Wisata Budaya

Objek wisata air terjun riam Berasap tidak jauh dari Desa Laman Satong yang mempunyai dusun: Dusun Manjau, Dusun Kepayang dan Dusun Nekdoyan.

Selanjutnya ..